Showing posts with label Travel. Show all posts
Showing posts with label Travel. Show all posts

Friday, April 27, 2012

Lombok

Kuta Beach - Lombok
Gili Trawangan - Lombok

Tuesday, March 29, 2011

Belajar Dari Jepang

Setelah kejadian gempa dan tsunami yang melanda Jepang beberapa minggu yang lalu. Benar-benar mengingatkan saya sewaktu punya kesempatan untuk mengunjungi Jepang di tahun 2010. Sangat sedih melihat beberapa tempat yang saya kunjungi waktu itu turut terkena dampaknya. Tapi saya sangat terkesan sekali sewaktu melihat mereka benar-benar negara yang sudah siap dengan kejadian tersebut. Banyak saya dengar dan baca bahwa masyarakat Jepang sudah sangat sering melakukan latihan rutin untuk menghadapi bencana seperti itu. Seperti yang kita lihat di TV, mereka sangat tegar dan tetap menjalankan aktivitasnya dengan membantu para masyarakat lain yang masih memerlukan bantuan.

Banyak hal yang perlu kita pelajari dari Negri Sakura itu, 1 hal yang paling saya ingat sewaktu saya disan dan melihat masyarakat jepang. Mereka sangat suka sekali membaca, baik itu di Kereta atau sekedar di jalan sewaktu menunggu. Walaupun apa yang dibaca mereka bukan bacaan berat tapi mereka terbiasa dengan membaca. Mungkin itu yang membuat orang dan masyarakat di sana menjadi masayarakat yang pintar dan jenius. Sedih rasanya saat melihat kondisi itu, karena banyak sekali terkadang kita sebagai masyarakat Indonesia yang merupakan negara besar sangat jarang sekali mempergunakan waktu untuk membaca. Apalagi kalau melihat banyak adik-adik kita di pelosok Indonesia yang sangat ingin menimba ilmu tetapi tidak mempunyai biaya, padahal dengan kita bisa menyumbang buku untuk mereka, mereka dapat menimba ilmu walaupun hanya dengan membaca buku.

Waktu kecil saya termasuk anak yang paling suka diajak ke Toko buku, dan buku yang paling sering dibelikan oleh ibu saya adalah buku cerita rakya dengan beberapa cerita yang berasal dari beberapa daerah dari Indonesia. Ibu saya dan ayah saya termasuk orang yang paling mendukung sekali hobi membaca saya sewaktu kecil. Sampai-sampai setiap Ibu pulang dari kantor selalu membelikan saya buku cerita yang menarik dengan bahasa inggris yang beliau beli di kantor. Kalau diingat-ingat lucu juga hobi saya yang satu itu. Sampai pada saat SMP-SMA saya sangat sering membeli buku, tapi ibu selalu membatasi karena jika tidak bisa-bisa saya tidak belajar karena saat itu saya mulai hobi membaca novel. Akhirnya saya membeli buku setiap akhir pekan atau saat libur sekolah. Ada hal yang paling lucu tentang hobi membaca buku saya, Ibu sempat bingung pada saat liburan sekolah saya tidak diajak pergi karena kesibukan yang akhirnya selama 2 minggu harus berdiam di rumah, akhirnya Ibu mengajak saya ke toko buku dan saya membeli beberapa buku sekitar 2-3 Novel lumayan tebal. Tidak lebih dari seminggu buku itu habis saya baca dan Ibu saya malah bingung karena saya mulai bosan di rumah.

Bercita-cita boleh kan ? saya ingin sekali bisa membuka tempat les bahasa inggris gratis untuk anak-anak kurang mampu dan membuka perpustakaan gratis. Sempat berbicara dengan Ayah, tapi hanya menjadi pembicaraan kami berdua saja. Semoga saja suatu hari nanti cita-cita saya bisa terkabul. amin.

Dibawah ini bisa dilihat beberapa foto sewaktu di Jepang 2010 saya melakukan short trip dengan Annisia Dwi Baehaki.



Harajuku

Sedikit lupa ini dimana antara Shibuya atau Shinjuku


Tokyo Tower




Akihabara

Monday, February 21, 2011

Not The End Of My Holiday

Udah sekitar 1 bulan berhenti menulis blog, karena banyak hal yang perlu dilakukan. Terlebih lagi adalah urusan kampus yang birokrasinya panjang. Anyway, banyak hal yang pengen di tulis di blog ini sebenarnya. Kalau ada yang tanya sebenarnya isi blog saya itu tentang apa, saya sendiri juga bingung menentukannya. Tapi yang pasti saya ingin blog saya bisa jadi inspirasi para pembaca.

"Film Hollywood gak masuk indonesia lagi"

Sejak dengar kata-kata itu kaget banget, berarti akan semakin banyak yang namanya pembajakan film, pengangguran karena kebangkutan dan banyak masalah lain yang akan berpengaruh dengan kegiatan perekonomian negara kita. Bahasa saya terlalu berat rasanya, tapi semua itu benar karena boleh dibilang industri perfilman itu salah satu hiburan yang paling mudah di jangkau. Kalau dihitung-hitung cukup murah untuk dinikmatin sendiri, bersama teman atau keluarga. Bukan ini yang sebenarnya jadi bahan utama yang akan saya bahas disini, ini hanya untuk informasi saja kalau sebenarnya banyak sekali masyarakat yang menyayangkan hal tersebut.

Tapi sebagai masyarakat indonesia kita jangan patah semangat dulu, walaupun ada masalah seperti diatas kita harus mulai berpikir lagi kalau sebenarnya banyak tempat lain yang bisa kita jadikan tempat rekreasi. Jadi bukan hanya Mall dan Bioskop, yuk kita memutar otak apa aja sih yang bisa di jadikan tempat rekreasi.

Berhubung saya tinggal di Jogja, yang notabane adalah kota wisata, dan salah satu kota liburan di Indonesia. Yang namanya tempat untuk jalan-jalan disini benar-benar gak habis-habis, mungkin itu yang banyak orang bilang "gak pernah bosen jalan-jalan di jogja". salah satu tempat yang saya kunjungin adalah Candi Ratu Boko,salah satu candi yang letaknya tidak jauh dari Candi Prambanan, dan sangat terjangkau tempat dan biaya yang dikeluarin buat masuk ke sana. Sewaktu di perjalanan saya sempat salah tempat parkir, ternyata pintu masuknya masih jauh sekali, tapi sama sekali sesuai dengan apa yang bakal kita liat di sana.

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Selain itu, ternyata di Jogja sendiri masih banyak sekali pantai yang bagus dan bersih. Kali ini pantai yang ada mirip sekali seperti di Bali, tanpa kita harus ke Bali pastinya. Tidak begitu ramai, dan kita bisa menikmati semilir angin dan es kelapa muda sambil duduk di pinggir pantai. Mungkin bisa di bilang saya salah satu orang yang telat untuk ke pantai-pantai itu, karena memang saya baru ada waktu untuk pergi kesana. Waktu yang di tempuh juga cukup lama, sekitar 2 jam itu saja sudah menggunakan mobil. Jalan yang berliku-liku membuat saya sedikit mual karena memang pada saat kesna kondisi badan tidak sehat. Akhirnya saya tidur di perjalanan dan pacar saya harus sendirian menyetir sepanjang perjalanan. Saat sampai disana saya sangat puas dengan pemandangan pantai yang benar-benar masih sangat bagus dan bersih.Sayang sekali waktu yang tersisa cuma sebentar karena pacar saya harus kembali ke Solo, sehingga saya hanya bisa menikmati 2 pantai yaitu, pantai Krakal dan Kukup. Walaupun begitu saya benar-benar senang bisa kesana dan tahu keadaan yang sebenarnya disana. Bisa jadi bahan cerita keluarga dan teman-teman yang ingin berlibur di Jogja. FYI, masih banyak banget pantai di sekitarnya yang belum sempat saya kunjungi.

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Dari cerita saya ini, ternyata masih banyak kan tempat yang bosa dikunjungi kalau kita mau berlibur dan menghilang sebentar dari hiruk pikuk kota. Jadi walaupun banyaknya fasilitas hiburan yang ditutup, kita masih bisa menikmati fasilitas alam yang ada juga kan?

Photobucket
Salah satu foto saya karena mual di perjalanan berubah deh..

Tuesday, January 25, 2011

Creative or Not?

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Seoul, South Korea
2010

Monday, January 24, 2011

Surakarta (Januari, 2011)





Friday, December 17, 2010

New Experience Part 2

Yup, tepat hari ini perkulihan Fall Semester di Kyung Hee University selesai. (Horraaayyyy) Walaupun saya di sini hanya sebagai Mahasiswa Exchange yang notabene mencari pengalaman dan mencoba merasakan kuliah di negri orang tapi saya disini merasa seperti menjadi bagian dari komunitas mahasiswa disini. Dimana setiap hari saya harus mengikuti kegiatan Korean Course, kuliah seperti layaknya di UGM, mengerjakan berbagai tugas dari dosen, dan melaksanakan presentasi. Susah - susah - gampang sebenarnya apalagi kalau menjalankannya secara serius pasti akan lebih mudah lagi. Jujur banyak banget pengalaman yang bisa kita dapet disini. Di mulai dari punya teman-teman baru, masalah silih berganti, dan masih banyak lagi. Pengalaman yang saya dapat disini tidak bisa dinilai dengan uang, karena ini benar-benar sangat berharga.

Selain ambil Korean Course saya juga mengambil beberapa matakuliah lain sayangnya tidak berhubungan dengan matakuliah saya di Indonesia, karena Akuntansi disini kurang begitu banyak pilihannya. Akhirnya saya mengambil mata kuliah yang berhubungan dengan Business Administration. Cukup menarik untuk dipelajari karena saya sendiri juga belum pernah mengambil matakuliah yang berhubungan dengan ini. Saya mengambil matakuliah International Marketing di kelas ini untuk para Exchange student lumayan banyak dan juga para mahasiswa asli dari Korea, enaknya kita jadi bisa sharing dan dapet teman baru lagi. Yang paling berkesan dari kelas ini adalah waktu saya harus presentasi, selama ini saya memang belum pernah melakukan presentasi dengan Bahasa Inggris, tapi ternyata hal itu bagu loh untuk ajang latihan kalau nanti udah kerja. Untuk kali ini presentasi dilakukan secara berkelompok jadi tidak terlalu repot.

Photobucket

Selain itu saya juga ambil matakuliah World Holiday and Tourism Festival mungkin agak sedikit bingung ya, matakuliah ini seru banget. Professornya tahu tentang Indonesia dan kebetulan banget anak-anak Indonesia yang ada di kelasnya ada 6 orang, jadinya dia semakin semangat menceritakan pengalamnya sewaktu di Indonesia. Di matakuliah ini sebenarnya kita banyak belajar tentang sejarah acara-acara di dunia yang terkenal, tapi selain ini kita juga di haruskan menjadi seorang marketing manager yang menjual sesuatu ke customer dengan cara presentasi di depan kelas, sayangnya bukan kelompok tapi sau per satu. Kita benar-benar belajar menjadi seorang marketing yang harus bisa menjual dengan baik. Pengalaman ini benar-benar terkesan, udah presentasi sendiri, pakai Bahasa Inggris pula yang bukan Bahasa Ibu kita.

Photobucket

Sewaktu awal kuliah saya sempat mengambil matakuliah International Manner tapi sayang saya harus drop selain nantinya terlalu sibuk, dan waktu kuliahnya kurang begitu enak. Hal yang bisa saya tangkap dari kelas ini adalah saya pernah merasakan punya dosen nyentrik. Bisa dilihat dari dandanannya yang kalau mengajar pakai jeans selain itu juga rambutnya yang paling bisa dilihat dengan gaya reggae. Sewaktu saya datang ke ruangannya untuk memberikan oleh-oleh angklung, ruangan itu benar-benar tidak mencerminkan ruangan dosen yang seharusnya, banyak barang-barang etnik, tradisional, dan yang terpenting saat saya masuk disambut dengan lagu reggae juga dari komputernya. SERUUU..

Photobucket

Tidak lupa saya juga punya dua guru yang sangat menyenangkan, guru dari Korean Course. Kelas Korean Course ini adalah kelas intensif dimana saya harus jalani setiap harinya selama 4 jam, cukup melelahkan dan benar-benar tidak gampang. Guru yang pertama mengajar masih muda, jadi kita merasa dia seperti kakak kita, yang kedua sudah berkeluarga dan punya anak, dan menganggap kami seperti anak-anaknya. Kedua guru ini benar-benra menyenangkan. Terkadang kalau kami sedang cape dengan segala rutinitas, mereka berusaha membuat suasana kelas menjadi berubah dan kami pun menjadi semangat lagi untuk belajar.

Photobucket

Photobucket
Teachers

Semoga cerita-cerita saya disini bisa jadi inspirasi untuk para pembaca. Bahwa pengalaman atau kesempatan itu tidak datang dua kali dan jangan pernah menilai sebuah pengalaman itu dengan uang. Karena pengalaman merupakan suatu suatu hal yang tidak bisa dilupakan. Walaupun saya tinggal di Seoul untuk beberapa bulan saya tetap memilih Indonesia, karena saya cinta Indonesia.

Friday, November 26, 2010

New Experience :)

Kurang lebih satu bulan lagi saya akan pulang ke Indonesia. Antara senang-sedih semua tercampur jadi satu, senangnya karena saya bisa berkumpul lagi dengan kelurga, pacar, dan teman - teman di Indonesia. Sedihnya saya harus meninggalkan negara yang ini dengan banyak hal yang belum saya eksplore secara keseluruhan. Kalau diingat lagi sewaktu saya baru saja smpai disini hingga sekarang banyak sekali hal yang benar-benar baru di dalam hidup saya. Saya juga belajar banyak hal yang dari kehidupan lain di negara ini, karena banyak sekali perbedaan yang saya lihat di negara ini (Seoul, South Korea) dengan negara saya (Indonesia). Tapi semua itu adalah bentuk pengalaman yang sangat berharga di dalam hidup saya, karena kesempatan ini tidak akan pernah datang untuk kedua kalinya.

Salah satu kegiatan yang merupakan pengalaman baru untuk saya adalah mempelajari bahasa lain selain Bahasa Indonesia dan English yaitu Bahasa Korea (한국어). Pertama kali saya liat, saya menyebut tulisan ini tulisan cacing karena bentuknya yang unik seperti cacing. Bahasa ini lebih susah dari yang saya bayangkan, mereka punya beberapa suara yang berbeda dalam membacanya. Grammar, itu bagian yang tersulit dari Bahasa ini karena benar-benar berbeda dengan grammar yang ada di Bahasa Inggris. Bisa bayangin kan gimana susahnya, tiap hari saya harus mengkuti kelas Korea selama 4 jam, dengan tugas yang setumpuk. Terkadang saya jenuh dengan keadaan itu, tapi karena semua orang bersemangat untuk lebih banyak mempelajarinya sayapun jadi lebih semangat untuk mengikuti kelas ini.

Kelas yang saya tidak terlalu besar, jadi orang yang ada di kelas pun juga tidak banyak. Uniknya lagi kita semua datang dari negara yang berbeda. Yup, bener banget bisa menambah teman.. Awalanya saya pikir kelas ini akan menjadi sangat membosankan, tapi ternyata tidak teman-teman yang berasal dari negara yang berbedapun sangat baik dan saling menghormati satu sama lain. Semakin kesini sangat terlihat kami semua semakin dekat, bukan hanya dengan teman-teman tapi juga dengan guru-guru yang mengajar kami. Ssepertinya mereka sudah kebal dengan apa yang selalu kami lakukan di dalam kelas. (죄송합니다 선생님). Dari awal kelas di mulai banyak murid yang silih berganti, walaupun begitu kami tetap saling bertegur sapa kalau bertemu di manapun juga. Dan semua tidak menyangka kalau minggu ini ada lah minggu dimana kita harus menghadapi final test yang berarti tidak lama lagi kita akan berpisah, ada yang kembali ke negara masing-masing, ada juga yang harus tetap menjalani kuliah disini, ada juga yang mau pergi liburan, macem-macem ya. Semua murid di kelas saya bekerja kesar untuk mencapai target nilai yang diinginkan, karena sebagian ada yang juga mengambil kelas di tempat lain seperti saya, jadi kami harus benar-benar bisa membagi waktu antara belajar Bahasa Korea dan untuk kelas yang lain. Rasanya setelah ujian ini selesai saya ingin menangis saking terharunya (lebay).



IIE Fall Semester 2010

Tapi entah kenapa saya tidak sabar untuk pulang ke Indonesia dan menjalankan rutinitas saya yang sesungguhnya, dimana saya harus kemabali menyetir sendiri kemana-mana, membereskan kamar saya di kosan, makan makanan indonesia, kalau di bayangin membuat saya semakin tidak sabar. Walaupun Ibu saya akan menyusul kesini untuk merayakan Tahun Baru bersama, tapi Indonesia menjadi pilihan utama saya untuk menjalankan segala kehidupan saya. Ini kenapa saya jadi menulis hal-hal yang kurang penting ya?haha. Sepertinya ini karena syndrom Ujian yang membuat semua orang disini gila, dan sampai-sampai tidak tidur hanya untuk belajar.

Monday, November 15, 2010

Lemak Menimbun

Kebosanan melanda, cuma bisa liat foto-foto yang ada di dalam folder komputer. Perut pun bergejolak entah kenapa terpikir untuk memasukkan foto di dalam blog ini. Terutama foto makanan yang ada di Korea, emang sedikit sulit mencari makanan halal disini. Walaupun beli mkn di luar kita sendiri pun juga belum tentu tahu, itu di buat dari apa. Kalau isi dari makanannya jelas kami bisa memilih tetapi untuk minyak dan yang lainnya terkadang kami tidak tau. Sedihnya menjadi minoritas, masak adalah salah satu cara saya bertahan untuk makan selain karena menghindari makanan yang tidak sehat dan tidak halal serta murah meriah. Saya dan sebagian teman-teman dari Indonesia, memilih untuk memasak bersama di dormitory kami. Untungnya di sediakan kompor, jadi tidak perlu suah payah mencari dapur.hehe

Photobucket
Selama di Indonesia jarang banget makan dunkin donuts, ini karena lagi bosen dan dapet diskon aja jadinya mampu beli donat ini. Kalau gak ada diskonana sih males juga beli roti ini.

Photobucket
Pizza yeeeyyy!! makanan favorit, Seoul Cheese Pizza, salah satu tempat makan pizza yang enak banget Ibu yang jual juga baik, dan dekat dari dorm saya, hehe.

Photobucket

Photobucket
Ini salah satu kue tradisional Korea, di dalamnya ada isi kacang dan kita bisa milih jenis kacang yang ada. Saya coba kue ini di Insa-dong salah satu daerah yang terkenal di Seoul, daerah yang terkenal dengan segala hal yang berbau tradisional.

Photobucket
Ini makanan campuran antara makanan tradisional Seoul dengan western, pada tau kan yang namanya "Kimchi'. Makanan tradisional Seoul yang di makan dalam semua situasi dan ini di campur dengan cheese. Rasanya lumayan tidak seperti yang di bayangkan akan aneh, tapi ternyata tidak sama sekali.

Photobucket
Makanan yang terkenal di sini, enak banget kalau dinget-inget makanan ini mirip sama semur kalau di kasih kecap. Banyak sayuran udah gitu ada daging-dagingnya, tapi ini bukan bulgogi. Lupa nama makanannya yang pasti enak banget.

Photobucket
Berkah makanan banget sewaktu trip ke Soeraksan. Makanan biasa sih, soalnya makan di hotel juga. Jadinya cm roti dan salad, alhamdulillah bisa mengenyangkan perut.

Photobucket
Tempat makannya di dekat I-House 3, yang paling enak dari tempat makan ini adalah makanan (lauk) kecil-kecil yang di sediain. Selain banyak rasanya enak, Ibu yang jual sepertinya sekarang hafal deh sama kita (saya dan teman) yang tidak memakan pork.

Photobucket
Sate ayam khas Korea. Enak banget dia menyediakan beberapa macam saus untuk di makan bersama dengan sate. Ibu yang jual jg baik banget, tepatnya dekat sekali dengan subway yang sesai saya lalui. Kalau lagi laper banget dan sate ini masih jual pasti saya dan teman-teman membel dan bisa di jadikan lauk di rumah.hehe

Sunday, November 14, 2010

Sambil Menyelam Minum Air

Dari kecil hingga sekarang saya memang suka sekali menari, lebih tepatnya lagi menarikan tari tradisional. Dimulai dari saya kecil (TK) saya diikutkan guru saya untuk mengikuti kelompok tari di TK saya. Padahal itu karena ada perpisahan dan acara akhir tahun. Seingat saya, saya masih ada fotonya, tapi saya sendiri lupa dimana. Sewaktu SD saya juga ikut kelompok tari di SD Al-Azhar Kemang Pratama. Hal menariknya saya menari sewaktu SD dan tampil di acara TV (SCTV dan TPI) untuk acara anak-anak. Namanya anak kecil, disuruh tampil sana-sini sih seneng aja karena belum tau gimana repotnya orang tua waktu itu. Sewaktu SMP saya vakum untuk tidak menari, karena di sekolah saya tidak ada grup tari tradisional, tapi karena kita ada acara untuk pameran di sekolah, kami diharuskan menampilkan sesuatu, jadilah saya dan teman-teman saya berlatih tarian. Sayangnya, saya tidak menari tradisional tetapi tari modern. Tidak jauh beda dengan tari tradisional yg pernah saya tarikan, saya juga menyenanginya. hehe

SMA adalah saat dimana saya benar-benar mengeksplore bakat tari saya, seperti yang pernah saya ceritakan di blog sebelumnya. Sampai-sampai sewaktu SMA saya yang punya keinginan untuk menari di negri orang saja tidak terealisasi, menyedihkan memang di saat saya ingin memperkenalkan budaya Indonesia Allah berkehendak lain, saya diharuskan untuk ikut umroh dengan keluarga besar saya.

Sekarang di saat saya menjalankan exchange di Korea saya diberi kesempatan untuk menari lagi, memang ALLAH punya rencana yang kita selalu tidak tahu. Jujur saya senang sekali karena ini kesempatan yang dari dulu saya inginkan. Mungkin sedikit lebay saya menangis setelah saya menari, karena secara kebetulan sekali saya bisa menari dan menunjukkan bakat saya di negara lain.

Ini beberapa foto saya dan teman-teman dari KTTI saat menari di Nami Island, South Korea Oktober 2010 :

Photobucket
Kami semua mahasiswa Universitas Gadjah Mada - Fakultas Ekonomi dan Bisnis, yang sedang menjalankan exchange di Kyung Hee University ,Korea
ki-ka :Ira,nabilla,citra,nisia,andrea.

Photobucket
Persiapan sebelum menari (make-up session)

Photobucket

Photobucket
"ngarojengs"

Photobucket
Bersama salah satu pengunjung yang berasal dari India yang ingin berfoto bersama para penari.

Saturday, November 6, 2010

I've Never Seen Before

Seperti yang kita tau sebelumnya, Indonesia cuma punya dua musim setiap tahunnya musim hujan dan musim panas. Sekarang saya bisa merasakan dan melihat perubahan musim yang ada di dunia. Salah satunya musim gugur (autumn), dimana pohon-pohon mulai berubah warnanya, angin mulai kencang dan semua pohon berjatuhan. Pertama kalinya dan ini beberapa foto yang saya ambil saat saya trip di Seoraksan, salah satu gunung yang sangat wajib dikunjungi kalau sedang berada di Korea.

Photobucket

Photobucket
salah satu patung buddha yang ada di Seoraksan

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket
Untuk yang satu ini adalah salah satu tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi, ini adalah kapal besar yang di dalamnya ada hotel dan tempat dimana kita bisa liat laut dan sekitarnya, menurut saya Indonesia tidak kalah kalau untuk menunjukkan keindahan lautnya.

Photobucket